Home > Sinabung > Depresi, 2 Pengungsi Sinabung Dirawat di RSJ Medan

Depresi, 2 Pengungsi Sinabung Dirawat di RSJ Medan

Pengungsi Sinabung (Andalas)

Pengungsi Sinabung (Andalas)

MEDAN: Dua orang pengungsi erupsi Gunung Sinabung, Kabupaten Karo mengalami gangguan jiwa ketika memasuki zona merah di Desa Gurukinayan.

“Kedua warga Karo tersebut masih dirawat di Rumah Sakit (RS) Jiwa Medan,” kata Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karo, Jhonson Tarigan dihubungi dari Medan, Selasa (21/10).

Dia menyebutkan, penduduk tersebut mengalami depresi, saat berada di daerah terlarang dan selama ini tidak dibenarkan lagi dimasuki pengungsi.

“Setiap pengungsi yang ingin pulang ke desa terlarang itu, tetap dicegah petugas BPBD Karo dan personel TNI, karena hal ini dapat membahayakan keselamatan mereka.

“Desa yang terkena zona merah tersebut, tertutup untuk dimasuki pengungsi maupun warga lainnya,” ujarnya.

Jhonson mengatakan, kedua warga Karo itu, dievakuasi petugas Satgas Penanggulangan Bencana ke RS Jiwa Medan, Minggu (12/10) lalu.

“Gangguan jiwa yang dialami pengungsi Karo, diduga disebabkan lahan perkebunan mereka banyak yang hancur tertutup debu vulkanik erupsi Gunung Sinabung,” katanya.

Selain itu, karena terlalu lamanya mereka tinggal di lokasi pengungsian, dan juga membutuhkan biaya untuk menghidupi keluarga.

“Sedangkan lahan perkebunan yang selama ini diolah para pengungsi telah hancur dan tidak dapat lagi dikelola,” kata mantan Kabag Humas Pemkab Karo itu.

Dia menambahkan, jumlah pengungsi Sinabung saat ini tercatat sebanyak 3.287 jiwa atau sekitar 1.019 kepala keluarga (KK) yang tersebar di 16 lokasi penampungan di Karo dan Kabanjahe.

“Pemkab Karo tetap memperhatikan kehidupan pengungsi dengan pemberian masker, obat tetes mata, bantuan beras, dan disewakan rumah milik masyarakat,” kata Jhonson.

Sementara itu, gempa vulkanik masih sering terekam dan terjadi di Gunung Sinabung yang terletak di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, setiap enam jam sekali, sehingga mengakibatkan awan panas dengan jarak luncur 3,5 Km dari puncak ke arah selatan.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho di Jakarta, Selasa (21/10) mengatakan seringnya terjadi gempa vulkanik membuat wilayah Sinabung dan sekitarnya masih dianggap rawan dan berbahaya.

Ia mengatakan berdasarkan data terakhir hari ini, terjadi dua kali erupsi di Gunung Sinabung, yakni pada pukul 10.36 WIB yang mengakibatkan awan panas dengan jarak luncur 3,5 Km dari puncak, kearah selatan.

Sementara tinggi kolom abu tertutup kabut dengan lama erupsi yang tercatat mencapai 220 detik, dan arah angin bertiup dari timur laut.

Kemudian, terjadi lagi erupsi pada pukul 10.52 WIB yang menyebabkan hal yang sama, yakni awan panas dan guguran lava dengan jarak luncur 3,5 Km dari puncak, ke arah selatan.

Namun lama erupsi yang tercatat mencapai 251 detik dengan arah angin bertiup dari timur laut.
Ia meminta warga di sekitar Gunung Sinabung atau sekitarnya tetap menjaga kewaspadaannya sehingga bisa mengantisipasi sewaktu-waktu apabila gunung itu meletus.

Sebelumnya, pada Senin (20/10) diberitakan debu vulkanik Gunung Sinabung menyebar dengan melanda dua kecamatan, yaitu Sei Bingei dan Salapian. Masuknya debu Sinabung ke dua kecamatan ini terjadi sekitar pukul 01.00 WIB dan pukul 06.30 WIB.

Kepala Wilayah Kecamatan Salapian, Nuriansyah Putra meminta bantuan masker dari berbagai pihak, agar warga bisa menutup hidup dan mulut sehingga tidak menghirup debu vulkanik yang menyebar ke berbagai wilayah terdekat. (Andalas)

Categories: Sinabung
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: