Home > Uncategorized > Diadukan drg Jeremi Tarigan, Mantan Kasatreskrim Polresta Medan Disidang Propam

Diadukan drg Jeremi Tarigan, Mantan Kasatreskrim Polresta Medan Disidang Propam

Kompol Jean Calvijn Simanjuntak SIK (Andalas)

Kompol Jean Calvijn Simanjuntak SIK (Andalas)

MEDAN: Mantan Kasatreskrim Polresta Medan, Kompol Jean Calvijn Simanjuntak menjalani sidang disiplin dan kode etik di Bid Propam Poldasu, Selasa (21/10).

Sidang tertutup itu dipimpin Kepala Biro Ops Poldasu Kombes Pol Moharlom Riadi, berlangsung sekira 6 jam. Calvijn dilaporkan atas dugaan pemerasan oleh drg Jeremi Tarigan.

Karo Ops Poldasu, Kombes Pol Moharlom Riadi dikonfirmasi wartawan usai sidang kode etik, pukul 17.00 WIB, enggan memberi keterangan. “Saya tidak bisa kasih komentar,” katanya dia buru-buru pergi meninggalkan wartawan.

Sedangkan Kompol Jean Calvijn Simanjuntak yang hendak diminta keterangannya, tidak bersedia. Ditunggu hingga pukul 18.00 WIB, Calvijn yang kini menjabat Waka Polres Simalungun tidak keluar dari ruang penyidik, hingga kemudian diam-diam dia masuk ke mobil Toyota Innova setelah keluar dari pintu samping, kemudian pergi.

Sementara Kasubdit Paminal Bid Propam Poldasu, AKBP Arif ditanya mengatakan, Calvijn Simanjuntak diperiksa sejak pukul 10.20 WIB. “Ada bukti-bukti pemerasan yang dilampirkan pelapor, tetapi bukan diterima langsung oleh yang bersangkutan (Calvijn). Uang diterima oleh seseorang yang melaporkan drg Jeremi ke Polresta Medan,” sebutnya.

Kasus itu bermula dari laporan pasien bernama Cyntia ke Polresta Medan pada 2012, atas dugaan malapraktek dilakukan drg Jeremi Tarigan. Pasien yang berobat gigi mengaku tidak sembuh, tetapi giginya semakin meradang. Saat proses pelaporan itu, kata Arif, sudah sempat dilakukan perdamaian antara keduanya.

“Perdamaian difasilitasi dokter, karena suami pasien juga dokter, tetapi bagian anastesia,” ujarnya mengatakan saat perdamaian itu, drg Jeremi memberikan ganti rugi.

Hanya saja, setelah itu yang bersangkutan meminta uang lagi, sehingga drg Jeremi melaporkan balik pasiennya atas kasus pemerasan. Sementara, drg Jeremi Tarigan usai pemeriksaan sebagai saksi kasus itu di Bid. Propam, mengatakan telah diperas oleh oknum anggota polisi bekerjasama dengan pasiennya.

“Saya diperas. Kasus itu sudah saya laporkan ke Polresta Medan, tetapi di SP3,” katanya. Menurutnya, sebelum pemerasan itu, dia dilaporkan oleh pasiennya atas dugaan malapraktek. “Setelah itu saya ditetapka sebagai tersangka,” katanya.

Tetapi dalam proses penyidikan itu, kata drg Jeremi, dia dimintai uang untuk proses perdamaian. Dia kemudian menyerahkan Rp50 juta. Tapi setelah itu, dia dimintai lagi uang Rp300 juta, yang dilakukan petugas serse Polresta Medan. “Saya sudah berikan nama-nama petugas itu ke Propam,” sebutnya.

Permintaan uang Rp300 juta, menurutnya tidak dipenuhi, sehingga berkas perkara kasusnya diajukan ke Pengadilan Negeri Medan. Tetapi setelah 26 kali proses persidangan, drg Jeremi Tarigan dinyatakan tidak bersalah dan divonis bebas.

“Tetapi laporan pemerasan saya tidak diproses, bahkan di SP3,” kata dia. Karena itu, dia melaporkan kasus itu ke Propam Poldasu, dengan terlapor Kompol Jean Calvijn Simanjuntak yang saat itu menjabat Kasat Reskrim dan beberapa anggotanya.

“Saya melaporkan mereka karena menutup kasus pemerasan yang saya laporkan, termasuk pemerasan yang dilakukan pasien dan petugas. Ada dugaan konspirasi diantara mereka,” kata dia.

Dugaan adanya konspirasi karena selama proses penyidikan tidak pernah ada rekonstruksi dan gelar perkara kasus. “Saya telah difitnah, nama baik saya dicemarkan,” sebutnya akan melaporkan kasus itu ke Propam Mabes Polri dan Kapolri, termasuk juga kepada presiden.

Sementara Kabid Humas Poldasu, AKBP Helfi Assegaf melalui Kasubbid Pengelola Informasi dan Dokumentasi, AKBP MP Nainggolan menyebutkan, mantan Kasat Reskrim Polresta Medan, Kompol Jean Calvijn Simanjuntan menjalani sidang disiplin karena membatalkan penetapan tersangka drg Jeremi Tarigan.

“Mantan Kasat Reskrim Polresta Medan, Kompol Calvijn Simanjuntak disidang disiplin di Propam Polda Sumut mengenai penentuan status drs Jeremi Tarigan sebagai tersangka dibatalkan,” jelas  Nainggolan kepada wartawan.

Saat ini, kata Nainggolan, pihak Propam Polda Sumut juga tengah memeriksa saksi-saksi karena adanya perbedaan keterangan saksi sehingga perlu dilakukan konfrontir.

“Masih ada saksi yang mau diperiksa. Setelah itu akan dilakukan gelar perkara untuk penetapan tersangka,” kata Nainggolan. Menurut Nainggolan, berdasarkan keterangan diperolehnya dari pihak Propam Poldasu, awalnya pasien drg Jeremi Tarigan mengadukan dokter gigi tersebut ke Polresta Medan atas dugaan mall praktik.

Namun, setelah diproses penyidikan, penyidik Polresta Medan di bawah pimpinan Kompol Jean Calvijn saat menjabat Kasat Reskrim mendadak membatalkan penetapan status tersangka drg Jeremi Tarigan.

“drg Jeremi Tarigan dilaporkan melakukan mall praktik waktu Kompol Jean Calvijn Simanjuntak menjabat Kasat Reskrim Polresta Medan,” terang Nainggolan. (Andalas)

Categories: Uncategorized
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: