Home > Sinabung > Pasca Erupsi Sinabung, Petani Dinjurkan Olah Lahan Secara Sistemik

Pasca Erupsi Sinabung, Petani Dinjurkan Olah Lahan Secara Sistemik

Kondisi tanaman milik warga yang tertutup abu vulkanik Gunung Sinabung. (merdeka.com)

Kondisi tanaman milik warga yang tertutup abu vulkanik Gunung Sinabung. (merdeka.com)

TIGA NDERKET: Badan Penyuluhan Kabupaten Karo bekerjasama dengan Dinas Pertanian dan Perkebunan serta BP7 melakukan sosialisasi pemulihan lahan kritis yang terkena erupsi Sinabung, Senin (20/7)

Sosialisasi pemulihan lahan pertanian pascaerupsi Sinabung terhadap petani Kecamatan Payung dan Tiganderket di Paroky dihadiri 200 petani dan PPL se Kabupaten Karo

Kepala Badan Penyuluhan Martin Sitepu menyampaikan, agar tanaman tertimbun abu vulkanik tidak sampai mati, petani cukup membersihkan abu yang melekat pada tanaman dengan menyiramkan air.

Kadis Pertanian Karo diwakili Kabid Produksi, Munarta Ginting menyebutkan, akibat erupsi Sinabung lahan pertanian warga di sekitar gunung menjadi rusak dan harus dipulihkan.

Sebab itu, dinas pertanian dan perkebunan menganjurkan petani agar pengolahan lahan dilakukan cara sistemik yakni, abu vulkanik bisa jadi pupuk alami mesti didaur dengan pupuk organik sebelumnya dan dilihat ketebalan abunya.

Aturan abu tipis pemberian bahan organik 10 ton untuk per hektare. Ketebalan abu sedang diberikan 15 ton per hektare, sedang ketebalan abu tebal diberi pupuk 20 ton perhektare, katanya

Pihak BP7 Provinsi Sumut merekomendasikan, terkait pengolahan lahan tercemari abu, pihaknya akan meneliti kandungan abu vulkanik sebelum melakukan pemulihan lahan.

Agar tidak terjadi kesalahan dalam pelaksanaan program kerja terkait pemulihan lahan terkena abu, sebabnya, kandungan positif terdapat pada abu vulkanik akan diteliti terlebih dahulu. Hal itu dilakukan, menurut keterangan BP7 guna antisipasi seminim mungkin terjadi gagal tumbuh tanaman di lahan yang akan dikelola petani.

“Saat ini, masalah ketebalan abu dan kandungan terdapat di dalamnya itu yang jadi perhatian kita, sebelum melakukan langkah pemulihan lahan terkena material Sinabung pascaerupsi,” katanya.

Sosialisasi dilakukan merupakan bagian langkah pemulihan lahan, hal itu dilakukan. Kecamatan Payung, Tiganderket merupakan daerah terkena hujan abu dengan ketebalan maksimal jadi daerah ini, acuan kita memulai program pemulihan lahan pascaerupsi, setelah sosialisasi kepada petani tuntas dilakukan, kata Munarta. (Analisa)

Categories: Sinabung
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: