Home > Pariwisata > Akibat Erupsi Sinabung, Pariwisata Karo Merugi Rp 10 Miliar

Akibat Erupsi Sinabung, Pariwisata Karo Merugi Rp 10 Miliar

Suasana Berastagi pagi ini (Juniati Sembiring)

Suasana Berastagi pasca erupsi Sinabung beberapa waktu lalu. Pasca erupsi pariwisata Karo diperkirakan merugi sekitar Rp 10 miliar. (Juniati Sembiring)

KABAN JAHE: Sektor pariwisata di Kabupaten Karo mengalami kerugian sekitar Rp 10 miliar, akibat terjadinya erupsi Gunung Sinabung selama dua pekan terakhir. Pelaku dunia wisata yang ada di Karo sangat merasakan penurunan jumlah kunjungan wisatawan yang datang dari berbagai daerah.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Karo, Dinasti Sitepu, Selasa (21/10), menyebutkan kerugian sektor pariwisata sangat dirasakan.
Dia menyebutkan, kunjungan turis turun drastis, akibat isu yang kurang dipahami soal Gunung Sinabung.

“Diperkirakan sekitar Rp500-600 juta jumlah kerugiaan yang dialami hotel berbintang selama dua pekan terakhir. Jumlah hotel berbintang di kawasan Kecamatan Berastagi, Dolat Rayat, dan Merdeka ada 10 hotel. Jadi, hotel berbintang saja mengalami penurunan pendapatan lima sampai enam ratus juta,” kata Dinasti Sitepu.

Didampingi Ketua PHRI Karo, Dickson Pelawi, Ketua II Imam (GM Sinabung Hotel), Ketua III Geri (GM Hotel Mikey Holyday), Sekjen Edi Sofyan, Wakil Sekjen Syahriadi, dan Ketua Bid Promosi Kasman Sembiring, di sela kunjungan ke sejumlah objek wisata Karo, Dinasti Sitepu menyatakan angka Rp 10 miliar tersebut sudah meliputi hotel kelas melati dan masyarakat yang mencari nafkah di dunia wisata (pedagang).

“Untuk itulah hari ini kita beserta investor, pelaku wisata, dan jurnalis turun ke lapangan meninjau langsung kondisi sebenarnya. Kita akan menyatakan kalau realitanya tidak semua objek wisata di Karo mengalami masalah akibat erupsi Sinabung,” katanya.

Menurut Dinasti, ada beberapa lokasi aman dan strategis bagi wisatawan untuk melihat aktivitas Sinabung. Semisal dari puncak bukit Gundaling, kawasan Tiga Pancur, Simpang Tiga Kicat, Desa Perteguhan dan ada beberapa lokasi yang sangat aman dan jauh dari anggapan kalau Sinabung itu berbahaya.

“Jika dikaji lebih jauh, sesungguhnya ini merupakan destinasi baru bagi dunia pariwisata Sumut, khususnya Tanah Karo. Bagaimana tidak, sebelum proses erupsi Sinabung, mayoritas dari kita hanya menyaksikan letusan gunung berapi dari televisi. Sementara saat ini dapat kita saksikan langsung. Bahkan dipelajari oleh ilmuan ataupun pelajar dari jarak tertentu,” katanya.

Menurut Kadis, wisatawan tidak perlu khawatir apalagi takut untuk datang ke Karo. Karena dalam berlibur yang perlu diantisipasi hanya tebaran debu vulkanik. Untuk mengatasi masalah tersebut hanya dibutuhkan masker.

“Jika kita berwisata ke daerah yang memiliki musim salju tentunya akan dipersiapkan baju hangat. Apa bedanya dengan kawasan wisata debu vulkanik, ya, pastinya kita siapkan masker. Kan, hanya itu saja.Tidak berbahaya dan beresiko kehilangan nyawa jika berlibur di kawasan aman,” katanya. (Medan Bisnis)

Categories: Pariwisata
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: