Home > Sinabung, Uncategorized > Biaya Perawatan Pengungsi Sinabung yang Depresi Digratiskan

Biaya Perawatan Pengungsi Sinabung yang Depresi Digratiskan

Rumah Sakit Jiwa Provsu. (Sumut Pos)

Rumah Sakit Jiwa Provsu. (Sumut Pos)

MEDAN: Direktur RSJ Provsu dr Chandra Syafei mengatakan saat ini ada dua orang pengungsi Gunung Sinabung yakni JSB (43) dan LS (50) dirawat di RSJ Provsu. Kedua pasien itu warga Desa Gurukinayan, Kecamatan Payung, Kabupaten Karo.

“Mereka ke rumah sakit diantar oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karo pada 12 Oktober sekitar pukul 19.00 WIB lalu,” jelasnya.

Dikatakannya, kedua pasien itu mengalami gangguan jiwa. “Kondisinya saat masuk ke rumah sakit ada yang marah-marah dan melamun saja. Itu sudah tanda-tanda mengalami gangguan jiwa. Namun kondisi mereka berdua saat ini sudah mulai membaik,” kata mantan Kadis Kesehatan Sumut itu.

Biaya perawatan kedua pengungsi Gunung Sinabung, katanya, digratiskan. “Pasien asal pengungsi mau yang kaya ataupun miskin kita gratiskan biayanya, karena terkena musibah alam. Mudah-mudahan mereka berdua lekas sembuh, dan tidak ada lagi pengungsi dibawa kemari,” harapnya.

Terpisah, Dekan Psikologi UMA Medan Prof Abdul Munir MPd mengaku kesal terhadap penanganan yang dilakukan Pemerintah Provinsi Sumut (Pemprovsu) maupun Pemkab Karo kepada pengungsi yang dinilai masih lamban, sehingga dua pengungsi dari Desa Gurukinayan Kabupaten Karo, terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit Jiwa Provinsi Sumut (RSJ Provsu), 12 Oktober lalu.

“Memang ini bencana alam, tapi kita sesalkan dalam penanganan pengungsi yang tidak sesegera mungkin diantisipasi. Saya menduga, belum tentu pengungsi yang dibawa ke rumah sakit tersebut benar-benar terkover dalam lokasi pengungsian,” kata Abdul Munir kepada SIB di Medan, Kamis (23/10).

Menurutnya, untuk saat ini yang perlu dilakukan pemerintah memenuhi pangan para pengungsi dan pendidikan anak para pengungsi. “Dua hal ini yang harus ditangani pemerintah. Satu sisi dalam konteks pangan dan sisi lain dalam konteks biaya pendidikan anak didik,” ujarnya.

Ia minta kepada pemerintah segera memikirkan subsidi terhadap pangan para pengungsi yang sudah kehilangan mata pencahariannya. Menurutnya, para pengungsi perlu dibantu, kalau tidak dibantu akan mengalami keguncangan jiwa yang disebabkan kondisi kehidupan. Selain itu juga mungkin karena kurang kuatnya pondasi keimanan.

“Misalnya pengungsi yang mengalami gangguan jiwa itu karena kebun milik mereka hancur diterjang debu vulkanik Gunung Sinabung. Selain itu depresi bisa disebabkan karena hal lainnya,” tuturnya.

Intinya diharapkan cepat tanggulangi sisi pangan saja lebih dahulu dan pendidikan anak-anak pengungsi. “Bagi anak-anak pengungsi yang tidak bisa belajar lagi, segera bangun sekolah darurat,” harapnya. (SIB)

Categories: Sinabung, Uncategorized
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: