Archive

Archive for the ‘Jadul’ Category

Ini Dia Permainan Jadul yang Asyik

23/04/2012 6 comments

ImageBagi pemuda-pemuda Karo yang tumbuh dan berkembang di era 80-an hingga 90-an terutama yang tinggal di desa-desa, foto berikut ini bukanlah hal yang aneh. Entah apa nama yang sebenarnya untuk alat bermain ini, anak-anak hanya menyebutnya dengan “motor-motor”. Itu menjadi bawaan wajib bagi anak-anak yang bermain dengan teman sebayanya.

Pembuatan motor-motor ini cukup sederhana. Meski sebagian besar dibuat oleh orang tuanya, namun tak jarang anak-anak kreatif mengerjakannya sendiri. Mereka hanya butuh papan, kayu kecil, kaleng susu, bambu dan paku untuk membuat motor-motor ini.

Papan digunakan untuk membuat roda motor-motor. Agar rodanya benar-benar bulat, biasanya menggunakan alat bantu benda-benda yang dasarnya bulat misalnya saja kaleng susu. Papan lantas digergaji atau juga menggunakan parang. Jadilah roda sebanyak dua buah.

Selanjutnya kedua roda diberi as dari kayu yang telah disiapkan dengan panjang 10-15 cm. As dan roda disatukan menggunakan paku. Biasanya agar tidak cepat aus, paku diberi pembatas luar menggunakan tutup botol minuman yang telah diratakan.

As roda selanjutnya dihubungkan dengan bambu yang panjangnya 1 hingga 1,5 meter. Agar kendali tidak kaku, paku yang mengubungkan bambu dengan bagian tengah as tidak boleh terlalu ketat. Selanjutnya di bagian ujung bambu yang satunya dipasangi kayu kecil yang panjangnya sekitar 10-20 cm. Kayu tersebut berfungsi sebagai kemudi untuk mengendalikan arah motor-motor.

Proses pembuatan motor-motor belum selesai hingga di situ. Masih dibutuhkan paku yang cukup besar yang diletakkan di bagian tengah bambu. Selain itu kaleng susu yang bagian atasnya telah dibuka dipaku ke bambu dekat paku yang besar tadi.

Kedua aksesori tersebut memiliki fungsi sendiri-sendiri. Paku besar digunakan sebagai tempat meletakkan seto (wadah air berbentuk jirigen kecil). Sedangkan kaleng susu akan berfungsi sebagai tungku  kertas. Fungsinya sebagai obor untuk perjalanan malam dengan cara kertas-kertas dimasukkan ke dalam kaleng dan dibakar.

Motor-motor ini sama sekali tidak membutuhkan biaya karena biasanya bahan-bahannya tersedia di sekitar rumah. Anak-anak yang memiliki motor-motor tersebut akan berkonvoi ke sungai setelah pulang sekolah. Selain mandi bersama, biasanya mereka akan mengambil air dari sumbul (mata air) menggunakan seto yang dibawa.

Seto tersebut selanjutnya dinaikkan ke atas tumpuan paku di tengah bambu. Konvoi selanjutnya menuju rumah masing-masing. Keberadaan seto memang membuat pundak sedikit berat, namun hal itu tidak terasa karena dilakukan sambil bermain.

Itulah sekilas kisah yang bisa dipotret dari anak-anak era 80-an hingga 90-an. Saat ini permainan seperti itu pastinya sudah sangat langka. Anak-anak zaman sekarang lebih tertarik bermain game online, plyastation maupun permainan-permaian ketangkasan virtual lainnya. Tidak ada yang salah dengan hal itu karena setiap fase sejarah memiliki kisah tersendiri.

Categories: Jadul