Archive

Archive for the ‘Kesehatan’ Category

Dr Rehulina br Ginting: 28 Orang Positif HIV/AIDS di Padang Bulan

Ilustrasi (penyakithivaids.com)

Ilustrasi (penyakithivaids.com)

MEDAN: Sebanyak 28 orang positif HIV/AIDS dari 1.236 orang yang mengalami pemeriksaan Infeksi Menular Seksual (IMS) & Voluntary Conseling dan Testing (VCT) di Puskesmas Padang Bulan selama Januari-Agustus 2014.

Kepala Puskesmas Padang Bulan Medan, dr Rehulina br Ginting kepada wartawan di Medan, Rabu (24/9) menyebutkan, khusus untuk pemeriksaan IMS ada 320.

Yang melakukan konsuling dan pemeriksaan  kata Rehulina, terdiri dari wanita pekerja seks (WPS) yang melakukan pemeriksaan sebanyak 195 orang, positif HIV/AIDS 4 orang. Waria 4 orang, positif HIV/AIDS 1 orang. Pelanggan pekerja seksual sebanyak 140 orang.

Pasangan risti sebanyak 349 orang, positif HIV/AIDS 3 orang. Laki-laki sesama laki-laki (LSL) sebanyak 67 orang, positif HIV/AIDS 7 orang, yang memakai narkoba 121 orang, positif HIV/AIDS 11 orang, dan lain-lain sebanyak 360 orang, positif HIV/AIDS 2 orang. “Jumlahnya semua mencapai 1.236 orang dan positif HIV/AIDS mencapai 28 orang,” ujarnya.

Ia menambahkan, pasien 28 orang yang terkena HIV/AIDS positif sudah dianjurkan untuk meminum ARV. Bagi pasien HIV/AIDS yang stadium lanjut, otomatis pihak Puskesmas langsung merujuk ke RSUP H Adam Malik Medan untuk ditangani lebih lanjut. “Obat ARV gratis dari pemerintah,” jelasnya.

Rehulina mengakui pegawainya mensosialisasikan dan melakukan pemeriksaan IMS & VCT ke beberapa tempat seperti oukup, universitas, sekolah dan rumah-rumah penduduk yang ada di wilayah kerja Puskesmas Padang Bulan.

“Dari hasil sosialisasi kita bisa mengetahui apa saja penyakit yang dideritanya dan segera kita mengobatinya,” ungkapnya.

Dikatakannya, Puskesmas Padang Bulan bekerjasama dengan 5 lembaga peduli HIV/AIDS di Medan seperti LSM Jarkon, LSM Galatea, LSM Medan Plus, LSM H2O, LSM Caritas dan instansi lainnya untuk menangani pasien IMS & HIV/Aids ini.

Rehulina menambahkan lima penyakit terbesar selama bulan Januari-Agustus yang ditangani Puskesmas Padang Bulan yaitu, ISPA mencapai 9.729 orang, rongga mulut 1.560 orang, hipertensi mencapai 1.289 orang, diabetes  663 orang, dan infeksi saluran pencernaan 665 orang. (SIB)

Advertisements
Categories: Kesehatan

Dr Yosia Ginting: Gejala Ebola Mirip dengan Malaria

Pantauan CCTV pasien suspect ebola di RSUP Adam Malik (Medan Bisnis)

MEDAN: Tim dokter sudah dua kali mengirimkan sampel darah NN (57) warga Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang terkena suspect Ebola ke Balitbang Kesehatan di Jakarta.

“Sesuai perintah dari Kementerian Kesehatan RI, kami diminta mengirim sampel darah tiga kali. Sudah dua kali dikirim, kemarin dan hari ini. Besok sekali lagi dikirim. Mudah-mudahan dalam tiga hari ini kita sudah dapat kepastian apakah Ebola atau tidak, supaya kita bisa membuat sikap. Sekarang, kita waspada Ebola,” kata Dr Yosia Ginting SpPD KPTI Finasim di RSUP H Adam Malik Medan, Selasa (9/9).

Dikatakannya, kondisi NN positif menderita malaria berat (malaria palsifarum) mulai membaik, namun belum sadarkan diri di ruang isolasi RSUP H Adam Malik Medan. NN merupakan seorang supervisor di perusahaan mie instan di Nigeria. Ia sudah 4 tahun betugas di sana.

Berdasarkan data yang diperoleh pihak rumah sakit, NN pulang dari Nigeria dan tiba di bandara KNIA, Sabtu (27/8), pukul 12.00 WIB, kemudian mengalami demam dan hilang kesadaran.

“NN mulai dirawat di RSUP H Adam Malik mulai Minggu (7/9) setelah dirujuk dari RSUD Lubuk Pakam. Dia mengalami demam dan penurunan kesadaran. Setelah kami periksa ada tanda-tanda malaria berat dengan gangguan fungsi otak, atau mengalami malaria serebral atau malaria otak,” jelas Yosia.

Dikatakannya, diagnosa NN mengalami malaria didasarkan pada ciri-ciri fisik, matanya menguning, sedangkan hati dan limpanya membesar. Dari pemeriksaan darahnya juga sudah terlihat gangguan fungsi ginjal dan hati. Selain itu, ditemukan infeksi paru-paru. Karena itu, tim medis semakin yakin NN mengalami malaria berat.

Untuk menangani penyakit NN, kata Yosia, tim medis telah memberikan obat malaria. Namun, karena dia diketahui baru pulang dari Nigeria, mereka tetap mewaspadai penyakit Ebola. “Kita tidak boleh lupa Ebola. Gejala Ebola mirip dengan malaria. Jadi kalau ada pasien gejala malaria datang dari Nigeria harus kita periksa Ebolanya,” sambung Yosia.

Begitupun, Yosia berharap hasil pemeriksaan sampel darah NN nantinya negatif Ebola. “Jika sudah negatif, berarti sudah aman,” tambah Yosia. Harapan yang sama disampaikan putra NN, Dedi (41).

Dedi tidak yakin bapaknya mengidap Ebola. Sebab, bapaknya sempat mengajak seluruh keluarga ke Tapanuli Selatan dan Padang, Sumatera Barat.

Setahu Dedi, bapaknya mengidap demam berdarah dengue (DBD), sesuai hasil pemeriksaan di rumah sakit sebelumnya. “Bukan Ebola ini, di RS Haji hasilnya DBD,” katanya. Ia mengakui bapaknya langsung sakit setibanya di Indonesia.

“Dari Kualanamu pada 27 Agustus, bapak langsung ke RS Tri Murti Setia, Tembung dengan membawa mobil sendiri. Rumah sakit itu langganan bapak kalau sedang sakit. Bapak kami sempat dirawat di tempat itu satu malam,” jelas Dedi.

Beberapa hari kemudian, NN kembali mengeluh sakit dan kehilangan kesadaran. Ia sempat dirawat di RS Haji, Medan Estate, dan RSUD Lubuk Pakam. “Tapi di dua rumah sakit itu penuh, makanya dibawa ke sini (RSUP H Adam Malik-red),” sambung Dedi.

Sulung dari lima bersaudara ini memaparkan, bapaknya sudah 4 tahun bekerja di Nigeria. Dia ditugaskan perusahaan makanan Indonesia di sana. “Bapak saya kerja di perusahaan mie instan. Sejak 4 tahun lalu ditugaskan di Nigeria sebagai pengawas. Biasanya tiap 6 bulan sekali ayah pulang,” ungkapnya. (SIB)

Categories: Kesehatan