Archive

Archive for the ‘olahraga’ Category

Sri Nita Sari Sukatendel Gagal Sumbang Medali untuk Indonesia

Sri Nita Sari Sukatendel (incheon2014ag.org)

Sri Nita Sari Sukatendel (incheon2014ag.org)

INCHEON: Hendro Salim gagal menambah medali cabang karate setelah menelan kalah dalam partai perebutan medali perunggu kelas kumite -84kg putra.

Dia harus mengakui kemenangan karateka Uzbekistan Shakhboz Akhatov dengan skor 3-10. di hari penutupan Asian Games 2014 Incheon, Korsel, Sabtu (4/10).

Sebelum melangkah ke babak perebutan perunggu, dalam semifinal Hendro Salim mampu mengalahkan atlet Kuwait Hamad FF M Alnweam dengan skor tipis 1-2.

Sementara itu di bagian putri, di kelas -50kg putri atlet Indonesia Sri Nita Sari Sukatendel kalah di perempatfinal melawan atlet Iran Nasrin Dousti dengan skor tipis 3-4.

Dengan hasil itu maka cabang karate Indonesia hanya menyumbangkan satu medali perak dari nomor kata perorangan putra atas nama Fidelys Lolobua. (Berita Satu)

Categories: olahraga

John Mbiah Ginting Tak Pernah Mimpi Jadi Juara Drag Race

jhonMEDAN: John Mbiah Ginting SH, pemenang juara 3 kelas khusus mini bus 1500/2000cc Merdeka drag race 2014 mengatakan, Rabu (10/9) begitu terharu ketika menerima piala. Anak ke 4 dari lima bersaudara ini mengaku  tidak pernah bermimpi menjadi juara. Apalagi jadi pembalap begitu besar modalnya, mengingat dia dari keluarga pas-pasan.

Dikatakannya, dia akan mengikuti perlombaan kejurnas yang diselenggarakan 14 September. John mengaku sudah mempersiapkan fisik dan skil untuk menjadi terdepan nantinya. Melalui dukungan masyarakat dan sponsor dengan gembira ia mengatakan, tidak akan mengecewakan semua pendukungnya. Ibunya Nursia br Tarigan selalu mendukung usahanya asalkan positif. (SIB)

Categories: olahraga

181 Taekwondoin Ujian Kenaikan Tingkat di Kabanjahe

02/10/2012 1 comment

Para taekwondoin berfoto di depan Mapolres Karo (Andalas)

Sebanyak 181 taekwondoin dari berbagai daerah seperti Kabupaten Karo, Medan dan Deli Serdang, mengikuti Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) dengan dengan tim penguji berlisensi nasional, di halaman Mapolres Tanah Karo, Jalan Veteran, Kabanjahe, Minggu (30/9).

UKT ini menegaskan sikap sesepuh dan taekwondoin Karo menatap prestasi ke depan. Pelaksanaan UKT ini berlangsung sesuai dengan surat yang dikeluarkan Pengurus Provinsi Taekwondo Sumatera Utara No. 38/Peng-Prov-TI/IX/2012 tertanggal 20 September perihal pelaksanaan UKT GEUP (sabuk) yang ditandatangani Ketua Pengprov TI Sumut Meherban Shah.

Dalam arahannya di hadapan peserta ujian, pendiri organisasi taekwondo di Karo, Sabum Nim Jhon Modal Pencawan mengatakan kalau dirinya bersama seluruh pihak yang perhatian dengan perkembangan taekwondo punya harapan besar membawa kembali mahkota taekwondo ke daerah ini. Hal ini, sambung Pencawan, tidak dengan gampang dilakukan, tetapi dengan kerja keras dan semangat berolahraga dapat dipastikan berhasil.

“Saya dan teman-teman sesepuh punya niat membawa daerah ini kembali berprestasi. Kami berterima kasih kepada Kapolres yang memiliki komitmen kuat menjadikan Karo sebagai pusat taekwondoin berprestasi. Kegiatan UKT ini adalah salah satu titik tolak untuk itu,” ujar Pencawan.

Kapolres Tanah Karo, AKBP Marcelino Sampuw, kepada wartawan mengungkapkan, rasa bangganya kepada kegiatan olahraga, khususnya taekwondo di Karo. “Karena bagaimanapun olahraga bisa menghindarkan generasi muda dari kecendrungan negatif yang kini dengan mudah berlangsung,” ujarnya.

UKT tersebut langsung diuji Juri berlisensi Nasional, Jeki Karo-Karo Dan V Kukiwon dan Aspar  Dan III Kukiwon I asal Medan. Panitia pelaksana, Sabum DP Haloho bersama Dinasti Ginting, M Yasin, Edi Keliat, Jupiter Purba Surya Darma Tarigan dan Sihol Siboro  mengatakan, kalau kegiatan Ujian Kenaikan Tingkat adalah salah satu tahapan yang harus dilalui para taekwondoin di manapun berada. Namun, kegiatan tersebut harus memiliki juri yang berstandar dan berlisensi.(Andalas)

Categories: olahraga

Jaka Ginting Raih Medali Perak Cabor Biliar PON

Jaka Ginting saat bertanding di final (Analisa)

Jaka Kurniawan Ginting berhasil menambah perolehan medali perak untuk kontingen Sumatera Utara dari cabang biliar nomor english biliard single putra pada Pekan Olahraga Nasional XVIII Riau 2012.

Di partai final yang berlangsung di Biliar Center Pekanbaru, Rabu, Jaka harus mengakui keunggulan pebiliar unggulan asal Sumatera selatan Hecta Ahmad yang merupakan atlet biliar pelatnas dalam 10 tahun terakhir dengan skor 3-1 (100-46,100-32,67-100 dan 100-69).

Sebelumnya di semifinal Jaka menang meyakinkan atas pebiliar Jawa Tengah Yoni R dengan skor 3-0 (100-88,100-44,100-80). “PON XVIII Riau merupakan pengalaman pertama Jaka di ajang olahraga nasional empat tahunan ini. Prestasi ini tentunya sangat kami syukuri,” kata Pelatih Kepala Biliar Sumut Fadil Nasution.

Fadil mengakui Jaka dan Lando sebelumnya ditargetkan akan bertemu di final, namun target dan impian tersebut belum terwujud. Sekretaris Umum POBSI Sumut Hendy Ong, mengatakan perak dan perunggu yang diraih Jaka dan Lando merupakan hasil yang objektif dan harus di syukuri.

“Bila dibandingkan dengan PON XVII/2008 di Kaltim, perolehan kami saat ini sudah jauh lebih baik. Di kaltim, pebiliar Sumut hanya memperoleh satu perunggu melalui M Fadli,” katanya.

Peluang Sumut untuk menambah medali di PON Riau masih sangat terbuka lebar, sebab masih ada sekitar 10 nomor pertandingan lagi yang belum dimainkan. “Kami berharap di nomor pertandingan sisa itu, pebiliar Sumut bisa menambah medali dan kalau bisa ada medali emas,” katanya.(Antara)

Categories: olahraga

Henrik Tarigan Berburu Medali Wushu PON

Ilustrasi wushu (wushuinstitute.org)

Para pewushu Sumatera Utara yang akan bertarung pada berbagai nomor memulai perburuan medali Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII 2012 di Gedung Wushu Rumbai Sport Centre, Rabu (12/9).

“Kita berharap seluruh atlet tampil baik. Terlebih kepada Aldi dan Charles, salah satu di antara mereka diharapkan bisa mengamankan medali emas sesuai target semula,” kata Tim Manajer Wushu Sumut Darsen Song di Pekanbaru, Selasa.

Pada hari pertama pewushu Sumut Aldi Lukman dan Charles Sutanto membidik medali emas dari nomor chang quan putra. Selain Aldi dan Charles, pewushu taolu andalan Sumut lainnya yakni Lindswell juga akan turun di nomor taiji quan putri.

Namun nomor ini belum final karena penilaiannya masih akan digabung dengan taijijian yang baru akan dilangsungkan Kamis (13/9). Sementara itu di nomor sanda (sanshou) seluruh sembilan pewushu Sumut turun bertanding yang dimulai sejak pagi hingga sore hari.

Peluang Sumut meraih medali di nomor chang quan putra, tambah Darsen Song, cukup terbuka, apalagi Aldi adalah peraih medali emas di nomor ini pada SEA Games 2011.
“Namun hal itu tidak lantas membuat kita terlena, karena di nomor ini juga ada Ahmad Hulaefi dari DKI Jakarta yang selama ini memang menjadi kompetitor bagi Aldi,” katanya.

Sementara di kelompok sanshou, tiga atlet putri yakni Hotma Dearma Purba (kelas 48 Kg), Junita Malau (52 kg) dan Mei Yulianingsih Kurniati (56 kg) memulai pertandingan di babak 16 besar pada Rabu pagi.

Demikian juga dengan atlet putra Dasmantua Simbolon (48 kg), Harba Sibuea (52 kg), Henrik Tarigan (56 kg), Immanuel Sirait (56 kg), Moses Milala (65 kg) dan Haulian Gultom (70 kg).

Pelatih sanda Liu Zhen mengatakan atletnya dalam kondisi baik, demikian juga dengan motivasi bertanding mereka juga cukup tinggi setelah kembali berlatih selama lima bulan di China.

“Jadwal pertandingan memang cukup melelahkan, sebab khusus atlet yang memulai pertandingan di babak 16 besar sore harinya kembali melakoni pertandingan jika memenangi babak pertama,” katanya. (Antara)

Categories: olahraga

Danta Ginting Gagal Persembahkan Medali

Loncat indah PON (Media Indonesia)

Pasangan peloncat indah Sumut Danta Ginting/Rindam Manihuruk gagal menyumbang medali pada nomor papan 3 meter sinkron putra PON 2012 di Riau yang diikuti enam peserta.

Pasangan Danta/Rindam pada nomor tersebut menempati posisi keenam. Medali emas diraih pasangan Jatim Husaini Noor/Ahmad Subekti dengan total nilai 357,21, perak direbut pasangan DKI Jakarta Andriyan/Adityo (333,51) dan medali perunggu untuk pasangan Jabar, Akhmad Sukran Jam Jami (310,50).

Loncat indah masih terus memburu medali melalui Rindam Manihuruk yang tampil pada nomor pada 3 meter putra yang digelar Rabu (12/9) dan Maudilina Kharisna Putra pada papan 1 meter dan 3 meter putri.

Adapun Perenang Indra Gunawan menyumbangkan medali emas pertama untuk kontingen Sumatera Utara setelah tampil menjadi yang terbaik di nomor 100 gaya dada putra Pekan Olahraga Nasional (PON) 2012 di Kolam Renang Stadium Rumbai, Riau, Senin malam.

Indra yang selama setahun lebih dikirim KONI Sumut berlatih di Hongaria bukan sekadar mempersembahkan medali emas. Catatan waktunya di babak final yakni 1 menit 02,57 detik sekaligus memecahkan rekor PON yang sebelumnya tercatat 1 menit 04,20 detik yang diciptakannya sendiri pada PON XVII di Kaltim empat tahun lalu.

Medali perak nomor ini diraih perenang asal DKI Jakarta Nicko Biondi yang membukukan waktu 1 menit, 05,05 detik dan medali perunggu disabet perenang Sumsel Billy Afrianto dengan catatan 1 menit 05,23 detik.

Indra Gunawan yang difavoritkan merebut medali emas di nomor 100 meter gaya dada memimpin sejak 20 meter pertama dari nomor final yang diikuti delapan perenang tersebut.(Antara)

Categories: olahraga

Jaka Ginting Melaju ke Semifinal Biliar PON

Ilustrasi biliar (ponriau2012.com)

Pebiliar Sumatera Utara Jaka Kurniawan Ginting dan Marlando Sihombing melaju ke babak semifinal nomor english biliard perorangan putra, setalah sukses mengalahkan lawan-lawannya di Biliar center Pekanbaru, Senin.

Jaka Kurniawan memastikan tiket ke semifinal setelah di 8 besar mengalahkan pebiliar tuan rumah Riau M Faizal dengan skor 3-0 (100-42,100-92 dan 100-43). Sementara Marlando Sihombing tampil cukup luar biasa di babak 8 besar dengan mengalahkan peraih medali emas Kejurnas Pra PON 2011, Jahja Halim (DKI Jakarta) dengan skor telak 3-0 (100-40,100-10 dan 100-71).

Pertandingan semifinal nomor english biliar perorangan putra akan digelar pada 12 September 2012, dimana Marlando akan menghadapi Hecta Ahmad (Sumsel) dan Jaka menghadapi pebiliar Jateng Yoni R.

Sementara itu pebiliar putra Sumut M Fadli yang bermain di nomor bola 8 perorangan putra harus mengakui keunggulan pebiliar nomor satu Indonesia Ricky Yang. Fadli kalah dengan skor tipis 8-9. Peluang M Fadli untk menyumbangkan medali bagi kontingen Sumut masih terbuka di nomor bola 9, 10 dan berpasangan. Bonus Rp 10 Juta Anggota DPRD Sumut dari Komisi E Ricard Lingga menjanjikan bonus Rp 10 juta bagi pebiliar Sumut yang bertanding di PON Riau.

Lingga merasa bangga dengan penampilan pebiliar Sumut terutama Jaka dan Lando yang mampu lolos ke semifinal nomor English Biliard Single Putra. “Luar biasa mereka berdua yang mampu mengalahkan pebiliar tangguh seperti Jahja (DKI Jakarta) dan M Faizal (Riau),” katanya.(Antara)

Categories: olahraga