Archive

Archive for the ‘Religi’ Category

Ribuan Orang akan Hadiri Sinode dan Jubileum 125 tahun GBKP

Sekdaprovsu H Nurdin Lubis SH foto bersama dengan Ketua Panitia Sidang Sinode GBKP, Ir Setia Dharma Sebayang MM, Ketua Moderamen Pdt Matius Panji Barus MTh serta panitia lainnya, Ir Setiawan Tarigan, Gelora KP Ginting, Mulia Peranginangin, usai audiensi di ruang kerja Sekdaprovsu Lt 8, Kamis (23/10). (SIB)

Sekdaprovsu H Nurdin Lubis SH foto bersama dengan Ketua Panitia Sidang Sinode GBKP, Ir Setia Dharma Sebayang MM, Ketua Moderamen Pdt Matius Panji Barus MTh serta panitia lainnya, Ir Setiawan Tarigan, Gelora KP Ginting, Mulia Peranginangin, usai audiensi di ruang kerja Sekdaprovsu Lt 8, Kamis (23/10). (SIB)

MEDAN: Sidang Sinode Gereja Batak Karo Protestan (GBKP) XXXV dan Jubileum 125 tahun GBKP akan digelar di Suka Makmur Taman Retreat Center Sibolangit 11-17 April 2015 dan  Jubileum 125 tahun GBKP 18 April 2015 di Lapangan Samura Kabanjahe.

Hal itu dikatakan Ketua Panitia Sinode ke-35 GBKP Ir Setia Dharma Sebayang MM  didampingi Ketua Moderamen GBKP Pdt Matius Panji Barus MTh, Ir Setiawan Tarigan (Sekretaris), Gelora KP Ginting dan Mulia Perangin-angin (Sekum) saat audiensi ke Kantor Gubsu yang diterima Sekdaprovsu H Nurdin Lubis SH mewakili Gubsu di ruang kerja Sekdaprovsu lantai 8.

Dijelaskan Ketua Panitia Sinode, penyelenggaraan sidang Sinode ke-35 dan Jubileum 125 tahun GBKP, adalah untuk melaksanakan Tri Tugas panggilan gereja, yakni kesaksian, persekutuan dan pelayanan dengan agenda utama: evaluasi pelayanan GBKP selama 5 tahun berjalan, menyusun program pelayanan GBKP 5 tahun ke depan, pemilihan Moderamen GBKP untuk 5 tahun ke depan, peringatan masuknya Injil kepada masyarakat suku Karo (Jubileum ke-125 tahun) dan perencanaan pembangunan menara GBKP dan rehabilitasi kantor Moderamen. Acara puncak Jubileum 125 tahun GBKP akan dihadiri 15-20 ribu jemaat GBKP se-Indonesia dan akan mengundang Presiden RI Jokowi, para menteri dan juga Gubsu. Juga diundang negara sahabat seperti missionaris dari Jerman, Belanda Amerika, Inggris dan negara lainnya.

Ditambahkan Pdt Matius Panji Barus, kedatangan panitia beraudiensi ke Gubsu untuk mengundang Gubsu dan meminta bantuan dan dukungan Pemprovsu untuk suksesnya acara  akbar GBKP tersebut.

“Tahun 2015 kami merencanakan membangun suatu bangunan fisik yang dapat menjadi penanda/momentum 125 tahun dalam perkembangan dan keberadaan GBKP sebagai organisasi jemaat dan mission Tuhan di muka bumi.

Dijelaskannya, untuk Sidang Sinode ke-35 GBKP  di Suka Makmur, Sibolangit panitia membatasi hanya utusan dari tiap-tiap GBKP se-Indonesia sehingga jumlahnya 1.500 orang, lain halnya Jubileum semua diundang.

Sementara Nurdin Lubis dalam kesempatan itu berterimakasih kepada panitia atas peran serta jemaat GBKP  mendukung pembangunan di Sumut di bidang kerohanian. Pemprovsu mendukung Sidang Sinode ke-35 GBKP dan Jubileum ke-125 tahun GBKP yang akan dilaksanakan April 2015.

“Di era globalisasi peran gereja sangat diperlukan untuk menuntun akhlak dan prilaku masyarakat dalam membangun Provsu ke depan,” ujarnya.

Sekdaprovsu yang didampingi Kominfo Provsu Gelora Viva Sinulingga SE dan Biro Binkemsos Setdaprovsu, Rosmawaty Nadeak mengatakan, Program GBKP akan dimasukkan pada Rencana Program Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan disesuaikan dengan visi/misi Gubsu. Sumut harus dapat berdaya saing,  mengingat  banyaknya proyek dan para investor di Sumut, sehingga kita harus mempunyai daya saing termasuk peran gereja untuk membentuk Sumber Daya Manusia (SDM). (SIB)

Advertisements
Categories: Religi

Perayaan Natal Synodal Mamre GBKP akan Dipusatkan di Medan

Plt Bupati Karo Terkelin Brahmana SH diabadikan bersama Panitia Natal Synodal Mamre di sela audiensi di kantor bupati. (Andalas)

Plt Bupati Karo Terkelin Brahmana SH diabadikan bersama Panitia Natal Synodal Mamre di sela audiensi di kantor bupati. (Andalas)

KABAN JAHE: Memperingati perayaan Natal Synodal Mamre GBKP 2014 sukses kalau didukung semua pihak. Kesuksesan itu terwujud, bila didukung masyarakat, khususnya anggota Mamre.

Pemerintah pasti mendukung dengan partisipasi yang terbatas, hingga pihak Mamre  perlu membuat program dengan membuat anggaran aset berupa deposito, sehingga panitia tidak tiap tahun kewalahan mencari anggaran.

Dengan anggaran yang tersedia, panitia lebih fokus dalam pelaksanaan Natal yang tiap tahun digelar, kata  Plt Bupati Karo, Terkelin Brahmana saat menerima audensi panitia Natal Synodal Mamre GBKP, Selasa (30/9) di ruang kerjanya.

“Menutupi anggaran yang tersedia, panitia dapat menutupi kembali anggaran yang tersedia sebelumnya, dan secara rutinitas demikian tiap tahun. Termasuk bunga anggaran yang tersimpan, pasti program ini membantu pihak Mamre dalam setiap memprogramkan pelaksanaan Natal dan kegiatan spiritual lainnya,”ujar Brahmana.

Ketua Umum, Pt. Edi Suranta Bukit mengatakan, rencana Natal Synodal pada 27 Desember 2014, mulai pukul 09.00 Wib sampai selesai di gedung Pardede Hall, Medan.

Menurut panitia, sebelum perayaan Natal, juga dilaksanakan kegiatan sosial. Di antaranya peduli Sinabung dengan penyerahan bantuan, peduli wisata rohani Buluh Awar di Kecamatan Sibolangit, lomba karnaval/pawai berciri khas Mamre GBKP dengan rute, kantor Klasis Medan Delitua-Jalan Gatot Subroto-Setia Budi dan kantor Klasis Medan Delitua. Sayembara koor/paduan suara tingkat nasional.

Kegiatan ini diharapkan dapat menyemarakkan kelahiran Jesus Juru Selamat manusia, sekaligus sebagai perayaan kegiatan Tri Tugas Gereja untuk meningkatkan kualitas iman dan SDM di kalangan mamre.

“Kegiatan panitia Natal Synodal ini juga berdasarkan hasil keputusan Rapat pengurus Pusat Lengkap Mamre GBKP, 28-30 Agustus 2013 di Bukit Lawang dan Pertemuan BPP Mamre dengan BP Mamre Klasis Medan Delitua, 22 Februari 2014 di Berastagi telah ditetapkan BP Mamre Klasis Medan Delitua sebagai Panitia Pelaksana Perayaan Natal Synodal Mamre GBKP Tahun 2014 ini, ujar Bukit. (Analisa)

Categories: Religi

4 Pertua dan 4 Diaken GBKP Sidodadi Dilantik

4 Pertua termasuk Drs Johannes Surbakti STh ( nomor dua dari kiri) dan 4 diaken bergambar bersama pendeta usai acara pelantikan di altar gereja GBKP Sidodadi Klasis Medan-Kampung Lalang. (SIB)

4 Pertua termasuk Drs Johannes Surbakti STh ( nomor dua dari kiri) dan 4 diaken bergambar bersama pendeta usai acara pelantikan di altar gereja GBKP Sidodadi Klasis Medan-Kampung Lalang. (SIB)

MEDAN: Untuk menjadi “Pelayan “Tuhan haruslah gigih, jujur dan kuat dan jangan seperti Nabi Junus yang diceritakan dalam Alkitab  suka membantah  dan memaksa keinginannya. Yang dikerjakan adalah pekerjaan Tuhan maka biarlah semua yang terjadi sesuai rencanaNya  saja. Hal itu dikatakan Pdt Suara Perangin-angin STh, Minggu (21/9) pada pelantikan (Penangkuhen) 4 pertua dan 4 diaken di Gereja GBKP Sidodadi Klasis Medan-Kampung Lalang.

Menurut Pdt Suara Perangin-angin, menjadi diaken dan pertua adalah panggilan khusus dari Tuhan. Karena itu jadilah pertua atau diaken 24 jam penuh. Artinya dimanapun  saudara berada dan dimanapun  itu, pertua dan diaken haruslah menunjukkan sikapnya sebagai pertua dan diaken. Pertua atau diaken harus  berusaha ikut menyelamatkan manusia dan  mencegah  manusia  jatuh ke dalam dosa.

Pertua yang dilantik   pada saat kebaktian di hadapan seratusan anggota jemaat GBKP Sidodadi   dan undangan yaitu U Surbakti, Drs Johannes Surbakti STh, Raon Ginting, S Br Ginting.  Sementara  diaken yang dilantik Nurheni Sembiring, Jelita Sembiring,  Asli Sembiring, R Sembiring. Usai acara kebaktian dan pelantikan semua anggota jemaat  makan bersama. (SIB)

Categories: Religi

Daftar Tunggu Calon Haji Karo Meningkat

Pemberangkatan calhaj Karo

Calon haji (Calhaj) asal Tanah Karo pada musim haji dua tahun berturut-turut hanya 25 orang, musim haji ke depan akan diupayakan lebih banyak lagi.

Kakan Kementerian Agama Tanah Karo Drs H Mardinal Tarigan MA mengatakan hal itu saat melepas 455 cahaj Kloter 15 di Bandara Polonia Medan, Minggu (7/10) pagi. Hal tersebut kata Tarigan, di samping warga muslim di Kabupaten Karo yang minoritas, ditambah lagi jamaah daftar tunggu meningkat dan kini mencapai 360 orang.

“Namun dengan potensi daerah yang makin membaik, terutama para petani sayur mayur daerah itu, berpeluang meningkatkan calhaj ke depan. Musim haji ke depan diupayakan naik 100 persen,” kata alumni IAIN Sumut ini.

Sementara itu, Ketua Komisi A DPRD Sumut H Isma Fadli Pulungan, menyatakan gembira calhaj asal Labusel setiap tahun mengalami peningkatan berangkat ke tanah suci. Suatu rahmat dari Allah SWT,  kabupaten baru itu meningkat kesejahteraan rakyatnya.

“Yang menggembirakan lagi, calhaj Labusel dan Labura bersama-sama berangkat satu Kloter. Ini suatu kesempatan yang baik mempertemukan mereka para jemaah kedua kabupaten itu di tanah suci,” tambahnya.

Selaku anggota DPRD Sumut asal pemilihan Labuhan Batu, Labusel dan Labura, Isma Fadli mengimbau agar jemaah benar-benar memikirkan tetang kesempurnaan ibadah haji dan jangan memikirkan membawa oleh-oleh untuk keluarga.

“Sekarang banyak oleh-oleh dari tanah suci yang dapat kita beli di Medan. Untuk apa menyusahkan diri membawa dari sana, apalagi kalangan jemaah berusia lanjut,” katanya.(Andalas)

Categories: Religi

25 Calhaj Karo Pamitan kepada Bupati

Calon haji saat berpamitan kepada Bupati Karo (Andalas)

Bupati Karo Kena Ukur Surbakti meminta jemaah calon haji Kabupaten Karo setibanya di tanah suci nanti mendoakan Kabupaten Karo agar menjadi lebih baik lagi.

“Kiranya sampainya di tanah suci, bapak dan ibu berdoa agar bangsa kita, khususnya Kabupaten Karo bisa lebih baik dan terhindar dari marabahaya,” harap bupati, sesaat setelah melakukan tradisi budaya, “Njujungi Beras Piher” kepada jemaah calon haji di Aula Kantor Bupati Karo, Rabu (3/10).

Sesuai dengan tujuan tradisi Njujungi Beras Piher, sebagai upacara ucapan syukur agar selamat serta sukses dalam menjalankan tugas tertentu, bupati mengharapkan Calhaj bisa menjadi haji mabrur dan kembali ke tanah air dalam keadaan sehat.

Meraih haji mabrur itu, kata Karo Jambi, tidak hanya tergantung dalam rangkaian ritual ibadah. Tapi, jauh lebih penting adalah penghayatan dari pelaksanaan ibadah itu sendiri yang dapat melahirkan perubahan perilaku dalam kehidupan sehari-hari sekembalinya dari tanah suci.

Kemabruran diukur bukan saja sejauh mana seseorang makin saleh secara individual, yang terpenting saleh secara sosial. “Sekembalinya dari tanah suci nanti, agar jemaah haji Karo bisa menjadi teladan dan panutan di tengah kemajemukan masyarakat dalam membina persatuan dan kesatuan di daerahnya masing-masing,” katanya.

Sementara, Kepala Staf Penyelenggara Haji Kabupaten Karo, Drs Mardinal Tarigan MA didampingi Kasi Urais dan Penyelenggara Haji Kemenag Karo, Abdul Fahri SAg menyebutkan, 25 jemaah haji Kabupaten Karo, terdiri dari 10 pria dan 15 wanita.

Jemaah tertua asal Kabupaten Karo yang berangkat tahun ini, Aman Syam bin Ahmad Daud (84), dan termuda Saidah Syawal binti Khalifah (47). Mereka tergabung dalam kloter 15 Embarkasi Polonia Medan bersama 359 calhaj Kabupaten Labuhan Batu dan 62 calhaj Kota Padang Sidimpuan.

Ke-25 calhaj ini rencananya akan dilepas dari Masjid Istihrar Berastagi, Sabtu (6/10) dan langsung diberangkatkan ke Asrama Haji Medan. Dijadwalkan, akan berangkat menuju tanah suci, Minggu (7/10) Pukul 07:15 WIB.(Andalas)

Categories: Religi

Umat Katolik Kutakepar Akhirnya Punya Gereja

Lokasi peletakan batu pertama Gereja Katolik Kutakepar (Facebook)

Setelah puluhan tahun akhirnya umat Katolik Desa Kutakepar, Kecamatan Tigapanah bisa beribadah di desa sendiri. Pada Minggu (23/9) lalu secara resmi peletakan batu pertama gereja dengan nama pelindung Santo Gregorius Martir dimulai.

Selama bertahun-tahun sekitar 30 kk di Kutakepar harus beribadat ke desa tetangga yakni Desa Suka. Sebenarnya pembangunan sudah direncanakan sejak lama, hanya saja terkendala masalah pembebasan lahan.

Acara dihadiri ratusan umat Katolik itu turut dihadiri mantan Uskup Mgr Alfred Gonti Pius Datubara, OFM. Cap, mantan Kapolres Karo Kombes Ricky Wakano, dan mantan Pj. Bupati Karo S.I Sihotang. Uniknya acara ini juga dihadiri oleh Anggota DPR RI Dr Chairuman Harahap yang digadang-gadang akan maju pada Pilgubsu mendatang.

Chairuman mengatakan ia sangat mengapresiasi umat Katolik Kutakepar dalam membangun gereja.“Saya merasa bangga sekaligus menyampaikan apresiasi atas tekad dan semangat umat Katolik di desa ini untuk membangun gereja,” katanya.

Dalam kunjungan itu Chairuman juga mendengarkan masalah yang dihadapi masyarakat sekitar. Menurutnya, semangat umat Katolik untuk membangun gereja yang bagus dan nyaman patut diapresiasi dengan baik oleh semua pihak. Keberadaan gereja itu kelak, lanjut dia, akan memudahkan jemaat Katolik di Desa Kuta Kepar untuk melaksanakan ibadah.

Chairuman menambahkan kehadirannya di peletakan batu pertama pembangunan gereja Katolik di desa itu dimaksudkan untuk mempererat hubungan dengan masyarakat. Langkah serupa, lanjut anggota Fraksi Partai Golkar DPR RI itu, juga kerap dilakukannya di berbagai daerah di Sumut.

“Melalui silaturahmi kita bisa saling kenal dan paham masalah masyarakat, termasuk di wilayah pedesaan,” ucap mantan Kajati Sumut tersebut.

Dari kunjungan dan tatap muka dengan warga pedesaan selama ini, kata Chairuman, dia banyak menyerap informasi dari masyarakat. Sejumlah masalah yang sering dihadapi warga pedesaan, antara lain mengenai kendala memperoleh modal usaha tani, infrastruktur pertanian yang belum memadai, pelayanan kesehatan, dan harga sarana produksi pertanian yang cenderung naik.(Sumut Pos)

Categories: Religi

Sistem Adat Kunci Kerukunan Antarumat Beragama di Karo

Ilustrasi kerukunan (dok)

Kerukunan umat beragama di Kabupaten Karo selama ini terjalin dengan baik. Hal ini didukung antara lain, penerapan ajaran agama masing-masing umat beragama yang baik dan penerapan sistem adat istiadat Karo yang cukup berpengaruh di tengah-tengah masyarakat.

Hal itu dikemukakan Bupati Karo diwakili Kaban Kesbang Pol dan Linmas Kabupaten Karo Drs Suang Karo-Karo pada pembukaan sosialisasi peningkatan toleransi dan kerukunan dalam kehidupan beragama di Kabupaten Karo di Aula kantor Bupati Karo Jalan Djamin Ginting Kabanjahe, Rabu (12/9).

Bupati berharap, kiranya kerukunan umat beragama dan antarumat beragama di daerah ini tetap terpelihara dengan baik dan semakin ditingkatkan lagi di masa mendatang. “Kalau seandainya ada hal-hal yang menyangkut keagamaan di tengah-tengah masyarakat supaya dapat diselesaikan dengan menjalin komunikasi dan dialog secara baik,” harapnya.

Dia mengimbau dan mengajak masyarakat melaksanakan dan menjalankan ibadah menurut ajaran agamanya masing-masing, memahami dengan benar dan baik agamanya dan menjadikan suatu perbedaan sebagai alat pemersatu.

Kepala Kementerian Agama Kabupaten Karo Drs Mardinal Tarigan,MA yang tampil sebagai narasumber mengatakan, kerukunan bersumber dari ajaran agama, menolak kerukunan kosmetik, semu, politik. Terminologi kerukunan itu, katanya ruang, kerangka, bingkai yang di dalamnya seluruh agama di Indonesia bisa bertemu, berinteraksi dan memberikan kontribusi bagi kepentingan masyarakat. “Kerukunan yang kita dambakan, kerukunan brsifat dinamis, autentik dan sejati,” katanya.

Dikatakan, mewujudkan kesadaran akan kemajemukan, sikap saling toleran dan saling menghargai dengan mengembangkan, internalisasi ajaran agama dan sosialisasi wawasan multikultural, mengadakan dialog/temu ilmiah antara umat, pendirian sekretariat bersama antarumat beragama.

“Hidup berdampingan secara aman, rukun dan damai dengan penuh solidaritas adalah dambaan bagi setiap insan,kenapa sulit diwujudkan ? Sinergi antarumat beragama merupakan kata kunci,” jelas Mardinal Tarigan.

Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Karo Drs Aswan Sembiring,M.Si mengatakan, kerukunan yang diinginkan relegius, harmonis, dinamis, kreatif dan produktif.  Visi FKUB, menjadikan kerukunan beragama sebagai suatu kebutuhan . Sedang misinya,melakukan komunikasi, konsultasi dan mediasi, melaksanakan dialog, sosialisasi dan edukasi, memberikan motivasi dan implementasi, memberdayakan masyarakat dan lembaga jejaring kerukunan. Dengan Motto, Aqidah terjamin, kerukunan terjalin.

Ketua panitia pelaksana Drs Darwin Imanuel Sembiring mengatakan, tujuan dari kegiatan ini menyamakan persepsi dalam membangun kerukunan umat beragama di Kabupaten Karo. Dengan hasil, terciptanya hubungan sesama umat beragama yang dilandasi Kebhinekaan Tunggal Ika berdasarkan toleransi, saling pengertian, saling menghormati, menghargai kesetaraan dalam ajaran agamanya dan kerja sama dalam kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara dengan dilandasi pengertian di Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Peserta 64 orang dari tokoh-tokoh agama,masyarakat dan satuan perangkat daerah terkait. (Analisa)

Categories: Religi