Archive

Archive for the ‘Seni-budaya’ Category

Desa Budaya Lingga Diharapkan sebagai Motivator Penggerak Gotong-royong

Tokoh masyarakat S Sinulingga dan Marthin Luther Sinulingga didampingi kepala desa dan camat memberikan “manuk sangkep” kepada Plt Bupati Karo, Terkelin Brahmana SH di lost Desa Lingga. (SIB)

Tokoh masyarakat S Sinulingga dan Marthin Luther Sinulingga didampingi kepala desa dan camat memberikan “manuk sangkep” kepada Plt Bupati Karo, Terkelin Brahmana SH di lost Desa Lingga. (SIB)

SIMPANG EMPAT: Desa Lingga Kecamatan Simpangempat Kabupaten Karo diharapkan sebagai motivator penggerak gotong royong dalam upaya menjaga dan meningkatkan kebersihan dan kebersamaan antarwarga. Selain itu, Desa Lingga juga diharapkan dapat memelihara serta mengapresiasi budaya sehingga kehidupan warga tetap terpelihara santun, ramah dan bertatakrama serta beretika.

Demikian dikatakan Plt Bupati Karo Terkelin Brahmana SH, Kamis (23/10) saat mencanangkan bulan bhakti gotong royong di Desa Lingga dengan memberikan sarana kebersihan kepada masing-masing kepala desa.
Dihadiri ratusan warga, camat, kepala desa, anggota  DPRD Marthin Luther Sinulingga dan T Ginting serta pimpinan SKPD, pencanangan bulan bhakti juga dipertunjukkan atraksi budaya tarian “Gundala-Gundala, ndikkar”.
Di akhir acara, tokoh masyarakat S Sinulingga dan Martin Luther Sinulingga didampingi Kepala Desa Serpis Ginting, Camat Simpangempat Verawenta Br Surbakti memberikan “manuk sangkep” (seekor ayam yang telah dimasak siap disantap sebagai salah satu budaya penghargaan dan doa kepada seseorang) kepada Plt Bupati Karo Terkelin Brahmana.
Menurut Sinulingga, pemberian “manuk sangkep” sebagai wujud penghargaan dan doa agar sehat-sehat dan sukses kepada Terkelin Brahmana dalam menjalankan tugas. (SIB)
Advertisements
Categories: Seni-budaya

3 Nafas Likas, Pengalaman Perdana Tulus Garap Soundtrack Film

Poster film 3 Nafas Likas (www.clear.co.id)

Poster film 3 Nafas Likas (www.clear.co.id)

JAKARTA:  Tulus diberikan kesempatan untuk mengisi soundtrack dalam film 3 Nafas Likas. Lagu yang berjudul Lekas ini merupakan karya perdananya menciptakan sebuah lirik sekaligus pertama untuk soundtrack film.

Apalagi memang ternyata hal tersebut tidak pernah terpikirkan oleh pemilik nama Muhammad Tulus Rusydi sebelumnya.

“Sejujurnya gue nggak kepikiran sih nulis lagu buat film, dan alhamdulillah dapat kesempatan. Ya sudah ambil saja hitung-hitung cari pengalaman,” katanya di kawasan Kuningan, Jakarta, Selasa (7/10/2014).

Pelantun Sepatu ini mengaku bangga dengan kesempatan tersebut. Yang membuatnya semakin bangga adalah ketika film 3 Nafas Likas belum selesai dalam tahap editing, dirinya sudah diberikan kesempatan menonton.

“Proses kreatifnya unik, karena gue dapat kesempatan nonton duluan filmnya. Masih mentah, sudah begitu baru cari ide kira-kira mau nulis lagu apa,” tuturnya. (Liputan 6)

Categories: Seni-budaya

Pemkab Langkat Pulangkan Pengungsi Sinabung

Kalakhar BPBD Langkat, Irwan Syahri memberikan bantuan pribadi Bupati Langkat Ngogesa Sitepu secara simbolis kepada salah seorang pengungsi dalam rangka pemulangan pengungsi kembali ke kampung halamannya, Minggu (21/9). (Analisa)

Kalakhar BPBD Langkat, Irwan Syahri memberikan bantuan pribadi Bupati Langkat Ngogesa Sitepu secara simbolis kepada salah seorang pengungsi dalam rangka pemulangan pengungsi kembali ke kampung halamannya, Minggu (21/9). (Analisa)

SEI BINGEI: Pemkab Langkat memulangkan 103 kepala keluarga (KK) pengungsi Sinabung di Desa Telagah Kecamatan Sei Bingei, untuk kembali ke kampung halamannya.

Pemulangan para korban erupsi gunung Sinabung itu,  diterima  Plt. Bupati Kabupaten Karo, Terkelin Brahmana  didampingi Dandim Karo, Kalaksa BPBD Karo serta sejumlah kepala SKPD Karo, Minggu (21/9).

Bupati Langkat Ngogesa Sitepu melalui Sekdakab. Langkat Indra Salahuddin usai menyerahkan para pengungsi pada Pemkab Karo mengharapkan seluruh pengungsi dapat kembali ke kampung halamanya dengan penuh sukacita serta dapat kembali menjalankan aktivitasnya sehari-hari.

Kepada seluruh pengungsi, Sekda juga menyampaikan pesan dan permohonan maaf Bupati Langkat jika selama dalam pengungsian para pengungsi kurang mendapatkan perhatian yang serius.

“Semoga situasi gunung Sinabung aman dan saudara-saudara dapat menjalankan aktivitasnya kembali di kampung halaman masing-masing,” ujarnya.

Sekda didampingi Dandim Langkat, Letkol Inf Agusman Heri, Kepala BKD Langkat Amril, Kalakhar BPBD Irwan Syahri, Camat Sei Bingei M. Akhyar memberikan amanah bantuan pribadi  Bupati Langkat untuk pengungsi sebesar Rp 30.900.000.  Selain itu, Pemkab Langkat menyediakan 4 truk untuk mengangkut pengungsi dan barang-barangnya.

Plt. Bupati Karo, Terkelin Brahmana mengucapkan terima kasih pada Pemkab Langkat yang bersedia menampung warga Karo untuk menghindari erupsi Gunung Sinabung dan memberikan fasilitas, pelayanan serta bantuan secara moral maupun materil.

“Semoga dengan kejadian ini, hubungan kekeluargaan antara Pemkab Karo dengan Pemkab Langkat semakin erat,” ujar Terkelin. (Analisa)

Categories: Seni-budaya

Vino Bastian Kesulitan Dalami Karakter Jamin Ginting

Vino G Bastian (okezone.com)

Vino G Bastian (okezone.com)

JAKARTA: Memerankan tokoh utama di film 3 Nafas Likas sebagai seorang tentara Jamin Ginting, merupakan hal yang tidak mudah bagi Vino G. Bastian. Mendalami karakter Jamin Ginting yang sudah tiada, dan jarang dikenal masyarakat.

“Susah banget. Kalau mencari soal sosok Soekarno pasti ada, tapi untuk sosok Jamin Gintings enggak terlalu banyak. Akhirnya gimana saya untuk mencari tahu soal dia. Karena saat saya mencari ke teman-teman yang selevel dia saat berjuang juga sudah banyak gugur,” kata Vino, saat ditemui di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Selasa (16/9/2014).

Selain kesulitan mendalami tokoh Jamin Gintings, Vino pun juga mengalami kendala melogatkan sosok pria berdarah Batak Karo.

“Saya mau ‘curi’ cara ngomong-nya seperti apa. Itu tantangan yang paling menarik. Saat saya datang awalnya saya cuma lihatin mereka. Cara mereka makan, berbicara. Sampai akhirnya banyak dari mereka yang membantu,” tandasnya. (Okezone)

Categories: Seni-budaya

3 Nafas Likas Tayang 16 Oktober

Adegan dalam film 3 Nafas Likas (http://www.clear.co.id)

Adegan dalam film 3 Nafas Likas (http://www.clear.co.id)

JAKARTA: Atiqah Hasiholan dan Vino G. Bastian akan beradu akting di film 3 Nafas Likas, yang bercerita tentang perempuan Karo yang menjalani kehidupan luar biasa nan inspiratif.

Film garapan sutradara, Rako Prijanto ini bercerita tentang seorang perempuan bernama Likas (Atiqah Hasiholan) yang menjalani kehidupan luar biasa. Likas kemudian berhasil meraih berbagai pencapaian dan keberhasilan, karena ia memegang teguh tiga janji yang pernah diucapkannya kepada tiga orang terpenting dalam hidupnya.

Tak hanya membahas soal percintaan, benang merah dalam film ini membahas kejadian penting Indonesia, seperti perang kemerdekaan, pergolakan revolusi hingga masa kejayaan perkonomian Indonesia. Film yang didasari dari kisah nyata ini akan segera tayang di bioskop seluruh Indonesia pada 16 Oktober 2014.

“Beberapa film yang perankan inspirasi segala hal ada budaya dan lainnya tapi inspirasi ada banyak dan enggak harus heroik dan bedanya karena inspirasi luas dan salah satu cerita yang inspiratif. Di mana angle ini diceritakan lebih luas” papar Atiqah Hasiholan, saat ditemui di Kemang, Jakarta Selatan, Selasa (16/09/2014). (Okezone)

Categories: Seni-budaya

Tania Tarigan Garap Buku Seratus Tokoh Karo Selama 3 Tahun

Buku seratus tokoh Karo diluncurkan di Tiara Convention Center, Rabu (10/9) malam.(Medan Bisnis)

Buku seratus tokoh Karo diluncurkan di Tiara Convention Center, Rabu (10/9) malam.(Medan Bisnis)

MEDAN: Buku seratus tokoh Karo yang memuat tentang kompilasi profil inspiratif seratus orang putra Karo di Seluruh Indonesia diluncurkan di Tiara Convention Center, Rabu (10/9) malam.

Dalam peluncuran buku yang dibuat Tania Depari tersebut, dihadiri Gubernur Sumut H Gatot Pujonugroho ST, berserta Wakil Gubernur H Tengku Erry Nuradi, serta beberapa tokoh yang terdapat di 100 tokoh Karo di antaranya Ketua DPRD Sumut, H Saleh Bangun, H Randiman Tarigan sebagai ketua peluncuran buku, anggota DPRD Medan Dr Ir  Budi D Sinulingga dan beberapa tokoh lainnya.


Sang Penulis Buku Seratus Tokoh Karo, Tania Depari di hadapan para undangan mengatakan, penulisan buku setebal 455 halaman yang dicetak di Jakarta tersebut dikerjakan selama 3 tahun. 

Tujuan penulisan buku ini kata Tania, untuk menghimpun tokoh-tokoh Karo yang tersebar berkarya di seluruh nusantara juga untuk menumbuhkan rasa bangga sebagai orang Karo, sekaligus memotivasi dan menginspirasi para generasi muda dan menjadi penyemangat baru untuk lebih giat berkarya meraih cita-cita.

“Dalam buku ini akan dikupas secara jelas 100 tokoh Karo yang telah menunjukkan prestasinya dan karyanya untuk Indonesia, beberapa tokoh di dalam buku sudah tidak asing lagi didengar masyarakat, seperti ketua DPRD Sumut Saleh Bangun, anggota DPRD Medan, Dr Ir Budi D Sinulingga, MS Kaban, Nurlisa Ginting, serta Menkoinfo Tiffatul Sembiring, dan tokoh-tokoh lainnnya yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu,” ujar Tania.

Tania mengharapkan, dengan adanya buku yang dijual seharga Rp 200 ribu ini, bisa menjadi pedoman masyarakat dari daerah lain untuk mengetahui sosok tokoh-tokoh yang banyak berjasa untuk nusantara dari daerahnya masing-masing. Dan Tania juga menginginkan agar buku 100 tokoh Karo ini nantinya ada di setiap perpustakaan di seluruh Indonesia.

Gubsu Gatot Pujonugroho mengatakan, dirinya sangat mengapresiasi peluncuran buku 100 Tokoh Karo  yang ditulis Tania Depari. Gatot mengatakan hadirnya buku ini harus disambut gembira karena menunjukkan tokoh-tokoh penting dari Karo  yang telah menciptakan kemajuan di negara Indonesia.

“Buku ini sangat bagus karena di situ terlihat jasa-jasa para tokoh-tokoh Karo yang telah mengabdi untuk Indonesia. Para tokoh-tokoh di buku ini telah mampu melaksanakan tugasnya dengan baik, dan kedepan saya harap akan ada buku serupa seperti ini, bukan hanya dari Karo, tetapi juga dari daerah lain di Sumut yang pastinya juga mempunyai tokoh-tokoh penting yang banyak berjasa untuk negara,” jelas Gatot.

Salah satu dari tokoh dari buku 100 Tokoh Karo, ketua DPRD Sumut, H Saleh Bangun sangat gembira atas peluncuran buku ini. Sebab kata Saleh, dengan adanya buku ini selain menghargai jasa-jasa dari para tokoh Karo untuk negara, juga buku ini akan memberikan pengetahuan bagi para masyarakat yang selama ini belum mengetahui riwayat-riwayat hidup dari para tokoh Karo tersebut.
 
“Saya tidak menyangka dan terharu karena nama saya menjadi salah satu dari 100 tokoh Karo tersebut. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada penulis, mudah-mudahan ke depan akan ada buku serupa yang hadir, untuk mengingatkan kepada masyarakat, tentang tokoh-tokoh dari Sumut yang banyak berjasa untuk negara dan mereka dapat melihatnya dari sebuah buku,” kata Saleh Bangun.

Selanjutnya dalam peluncuran buku tersebut  acara diteruskan dengan penyerahan buku, hiburan perkolong-kolong dan donasi/sumbangan buku Seratus Tokoh Karo ke beberapa perpustakaan SD, SMP, SMA di Karo maupun perpustakaan yang dikelola pemerintah Sumatera Utara. (Medan Bisnis)

Categories: Seni-budaya

Dihadiri Ratusan Orang, Buku 100 Tokoh Karo Diluncurkan

12/09/2014 1 comment
Gubsu H Gatot Pujo Nugroho ST MSi, didampingi Wagubsu Ir H Tengku Erry Nuradi MSi, Ketua DPRD Sumut H Saleh Bangun, Drs Sahrianta Tarigan MA (Belakang Wagubsu), Serta Ginting, Pengarapen Sinulingga (Mantan Kakanwil I Sumbagut PT Jamsostek), serta undangan lainnya menari di sela-sela peluncuran Buku 100 Tokoh Karo, Rabu (10/9) malam di Hotel Tiara Medan. (SIB)

Gubsu H Gatot Pujo Nugroho ST MSi, didampingi Wagubsu Ir H Tengku Erry Nuradi MSi, Ketua DPRD Sumut H Saleh Bangun, Drs Sahrianta Tarigan MA (Belakang Wagubsu), Serta Ginting, Pengarapen Sinulingga (Mantan Kakanwil I Sumbagut PT Jamsostek), serta undangan lainnya menari di sela-sela peluncuran Buku 100 Tokoh Karo, Rabu (10/9) malam di Hotel Tiara Medan. (SIB)

MEDAN: Gubsu  H Gatot Pujo Nugroho ST MSi, meluncurkan Buku 100 Tokoh Karo Kompilasi Profil Inspiratif di Hotel Tiara Medan, Rabu (10/9).

Peluncuran buku ditandai dengan penekanan sirine dan pagelaran tari adat karo yang disaksikan olah tokoh-tokoh Karo dan pejabat Pemprovsu dan kabupaten/kota yang hadir.

Buku yang diterbitkan oleh penulis Tania Depari itu memuat 100 tokoh-tokoh yang dianggap banyak berjasa dan berpengaruh bagi kemajuan Tanah Karo, Sumut  juga Indonesia.

Hadir dalam peluncuran itu, Wagubsu Ir H Tengku Erry Nuradi MSi, Ketua DPRD Sumut H Saleh Bangun, Direksi Bank Sumut Ester Junita Ginting, Drs Sahrianta Tarigan MA (Mantan Anggota DPRD DKI), Serta Ginting, Pengarapen Sinulingga (Mantan Kakanwil I Sumbagut PT Jamsostek) , Derom Bangun (Pengusaha), Eka Sari Lorena Soerbakti MBA (Ketua Umum Organda Pusat) Ir Sastra Ginting MS, pengusaha Ny Sembiring dan ratusan undangan lainnya.

Gubsu saat memberi sambutan mengatakan bahwa malam itu  adalah malam  yang cukup bersejarah bagi semua.

“Karena pada malam  ini,  kita menjadi saksi atas peluncuran buku seratus tokoh Karo mengabdi bagi negeri Indonesia.

Terbitnya buku 100 tokoh Karo ini patut disambut gembira.  Karena dalam buku ini terlihat sebuah kompilasi profil inspiratif tokoh-tokoh tanah Karo yang banyak berjasa dan berpengaruh,” katanya.

Kumpulan biografi singkat putra-putri Indonesia dari Karo ini berasal dari beragam profesi mulai dari PNS, pegawai swasta, pegawai BUMN, seniman dan pengusaha yang merintis perjuangan dari titik nol maupun yang memang lahir dari keluarga sukses.

“Maka itu saya menyampaikan apresiasi terhadap ide penulis untuk menerbitkan buku ini.

Ide ini cukup baik kalau bisa buku ini tersosialisasi ke seluruh masyarakat Karo, khususnya dan masyarakat Sumut umumnya agar bisa menjadi sumber inspirasi dan suri tauladan bagi generasi muda dan masyarakat untuk lebih giat berkarya dan menggapai mimpi,” harapnya.

Jadi, kata dia, ada cara untuk mencapai jalan sukses dan sukses itu ternyata dari berbagai bidang.

Dan dari buku ini dapat kita petik suri tauladan bagaimana seorang tokoh dengan keteguhan dan keikhlasanya mengabdi kepada masyarakat bangsa dan negara disamping harus menghadapi kenyataan dan realita pada era berjalan.

“Hanya kerja keras dan keyakinan yang tinggilah para tokoh dalam buku ini mampu melaksakan tugasi -tugasnya.

Sehingga keberadaanya tidak hanya berguna bagi diri maupun keluarganya,  semata melainkan bagi masyarakat dan umat manusia,” katanya.

Sementara itu penulis Buku 100 Tokoh Karo Tania Depari, berharap buku yang telah diluncurkan ini dapat tersebar di perpustakan di daerah-daerah dan pelosok desa sehingga dapat dibaca oleh semua orang.

“Acara ini juga bisa menunjukan kalau orang Karo  Indonesia masa kini telah ikut dan berkarya membangun bangsa ini dengan baik.

Juga membuktikan bagaimana orang Karo dengan pemikiran dan keahlianya menjadi pelaku pembangunan,” sambung Drs Sahrianta Tarigan MA.

Sahrianta menjelaskan, buku ini juga  dapat memperoleh manfaat dan mewarisi semangat pengabdian para tokoh Karo kepada generasi muda  dalam kehidupan sehari-hari. Buku ini akan menambah khasanah buku-buku penting tentang tokoh-tokoh Sumut yang sudah terbit lebih dulu.

“Saya berharap penerbitan buku ini akan mendorong para penulis lainya untuk berkarya dan melahirkan buku-buku yang inspiratif.

Sehingga dapat dibaca masarakat luas disamping itu buku ini bisa digunakan sebagai bahan untuk mengembangkan wawasan.

Artinya, bila buku ini disimak dengan baik maka kita akan memetik hal-hal yang positif.  Sehingga kita bisa bertindak lebih arif bijaksana dalam mewujudkan cita-cita bangsa ke depan,” ujarnya.

Sementara itu Sastra Ginting yang Asisten Administrasi Pembangunan Kabupaten Pakpak Bharat mengatakan, buku ini bagus bisa menjadi sumber inspiratif untuk mengembangkan diri.

Tokoh-tokoh yang ditampilkan dalam buku tersebut antara lain Brigjen Pol Drs Arman Depari, Prof Ternala A Barus, Amir Sembiring dan AKBP Dra Rina Sari Ginting.

(SIB)

Categories: Seni-budaya