Home > Sinabung > Hutan Siosar Dipinjam 20 Tahun untuk Pengungsi Sinabung

Hutan Siosar Dipinjam 20 Tahun untuk Pengungsi Sinabung

Warga melintas di permukaan tumpukan material Sinabung di Desa Guru Kinayan. Warga tiga desa yakni Sukameriah, Simacem dan Bakerah terpaksa direlokasi karena berada di zona merah. (Kompas)

Warga melintas di permukaan tumpukan material Sinabung di Desa Guru Kinayan. Warga tiga desa yakni Sukameriah, Simacem dan Bakerah terpaksa direlokasi karena berada di zona merah. (Kompas)

KABAN JAHE: Hutan produksi Siosar meliputi Kecamatan Merek dan Kecamatan Tigapanah, Kabupaten Karo, akhirnya ditetapkan menjadi areal pemukiman relokasi total tiga desa, Sukameriah, Simacem dan Bakerah Kecamatan Namanteran yang masuk kawasan zona merah Gunung Sinabung.

Areal tersebut merupakan kawasan agropolitan milik Pemkab Karo sekitar 250 hektar telah disetujui Menhut RI dan Gubernur Sumatera Utara. Sedangkan 450 hektar lainnya sebagai tambahan untuk rencana areal pertanian  3 warga desa tersebut masih dalam proses permohonan pinjam pakai.

Demikian dikatakan PLt Bupati Karo, Terkelin Brahmana SH dalam sesion dialog refleksi satu tahun bencana erupsi Sinabung, Rabu (17/9) malam di Aula Gedung PPWG GBKP Kabanjahe, yang diprakarsai Forum Persada dan DPP Himpunan Masyarakat Karo Indonesia (HMKI).

Areal seluas 450 hektar tersebut dengan status pinjam pakai selama 20 tahun. Dan jalan menuju akses lokasi sepanjang sekitar 3 kilometer sedang dalam tahap proses di Pemprovsu.

“Dengan ditetapkannya kawasan hutan Siosar menjadi relokasi  warga erupsi Sinabung, segera akan dibuat site plane (design) tata pemukiman. Baik tataan rumah, jambur desa, fasilitas umum seperti Puskesmas, rumah sekolah, rumah ibadah, drainase, jalan, kantor kepala desa dan lainnya akan dibuat dengan seragam ukuran rumah type 36 meter,”ujar Plt Bupati Karo.

Tim awal diminta agar cepat bekerja terdiri dari Bappeda, PU, BPBD, Dinas Kehutanan dan lainnya. Direncanakan penataan pemukiman tiga desa ini akan kita jadikan sebagai icon dan pilot project pemukiman tingkat nasional.

“Jadi kita usahakan pembangunan dan konstruksinya sebaik mungkin. Bila mungkin kita bangun dengan design budaya sehingga bisa juga nantinya menjadi desa budaya yang berkaitan dengan erupsi Sinabung,”katanya.

Ditambahkan, jelang pelantikan anggota DPRD Karo periode 2014-2019, lokasi posko utama penanganan bencana Erupsi Sinabung yang selama ini di areal komplek DPRD Karo akan segera dipindahkan ke Jambur Pemkab Karo yang bersebelahan dengan rumah dinas Bupati Karo.

Sementara Ketua Forum Persada, Effendi Hansen Sinulingga, SE mengatakan, walaupun jauh dari Tanah Karo, kami semua yang diperantauan turut prihatin dan tetap peduli akan kampung halaman. Forum Persada yang terdiri dari berbagai praktisi dan profesional warga Karo di Jakarta dan juga DPP Himpunan Masyarakat Karo Indonesia (HMKI), menggagas “Refleksi satu tahun bencana erupsi Sinabung” mengajak seluruh masyarakat Karo, satu hati  “Bangkit, Berjalan, dan Berkarya Lagi” Sebagai sebuah spirit membangun optimis di balik bencana erupsi Sinabung.

“Mulai hari ini, tidak ada lagi istilah pengungsi, tapi seluruh masyarakat Karo, ikut merasakan penderitaan saudara-saudara kita akibat dampak erupsi yang hingga hari ini belum diketahui sampai kapan berakhir. Jadi seluruh masyarakat dan pemerintah bersatu padu dan bertanggungjawab akan penderitaan saudara-saudara kita,”katanya. (Andalas)

Advertisements
Categories: Sinabung
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: